Cara Menentukan SL dan TP Forex
Cara Menentukan SL dan TP Forex

Cara Menentukan SL dan TP Forex

Hai, Salam Sobat Haruun! Saat trading forex, menentukan Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) adalah salah satu hal paling penting yang perlu diperhatikan. SL dan TP bisa membantu trader untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan keuntungan. Namun, menentukan SL dan TP bukanlah hal yang mudah. Di artikel ini, kita akan membahas 20 cara untuk menentukan SL dan TP forex secara santai dan unik.

1. Gunakan Support dan Resistance

Support dan resistance adalah level-level penting dalam trading forex. Support adalah level dimana harga biasanya sulit untuk turun lebih jauh, sedangkan resistance adalah level dimana harga biasanya sulit untuk naik lebih tinggi. Dalam menentukan SL dan TP, trader bisa menggunakan support dan resistance sebagai acuan. Jika trader membuka posisi buy, maka SL bisa ditempatkan di bawah level support. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di atas level resistance.

Contoh:

Tipe Order Entry Stop Loss Take Profit
Buy 1.2000 1.1950 1.2100
Sell 1.2000 1.2050 1.1900

2. Gunakan Moving Average

Moving Average (MA) adalah indikator teknikal yang menunjukkan rata-rata harga dalam periode tertentu. Dalam menentukan SL dan TP, trader bisa menggunakan MA sebagai acuan. Jika trader membuka posisi buy dan harga berada di atas MA, maka SL bisa ditempatkan di bawah MA. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di atas MA. Sebaliknya, jika trader membuka posisi sell dan harga berada di bawah MA, maka SL bisa ditempatkan di atas MA. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di bawah MA.

Contoh:

Tipe Order Entry Stop Loss Take Profit
Buy 1.2000 1.1950 1.2100
Sell 1.2000 1.2050 1.1900

3. Gunakan Fibonacci Retracement

Fibonacci Retracement adalah level-level penting yang dihitung dari tinggi dan rendah harga pada periode tertentu. Dalam menentukan SL dan TP, trader bisa menggunakan level-level Fibonacci Retracement sebagai acuan. Jika trader membuka posisi buy, maka SL bisa ditempatkan di bawah level Fibonacci Retracement yang terdekat. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di atas level Fibonacci Retracement yang terdekat. Sebaliknya, jika trader membuka posisi sell, maka SL bisa ditempatkan di atas level Fibonacci Retracement yang terdekat. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di bawah level Fibonacci Retracement yang terdekat.

BACA JUGA :  Cara Trading Forex untuk Pemula: Panduan Lengkap

Contoh:

Tipe Order Entry Stop Loss Take Profit
Buy 1.2000 1.1950 1.2100
Sell 1.2000 1.2050 1.1900

4. Gunakan ATR

Average True Range (ATR) adalah indikator teknikal yang menunjukkan volatilitas harga dalam periode tertentu. Dalam menentukan SL dan TP, trader bisa menggunakan ATR sebagai acuan. Jika trader membuka posisi buy, maka SL bisa ditempatkan di bawah harga entry dikurangi dua kali ATR. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di atas harga entry ditambah dua kali ATR. Sebaliknya, jika trader membuka posisi sell, maka SL bisa ditempatkan di atas harga entry ditambah dua kali ATR. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di bawah harga entry dikurangi dua kali ATR.

Contoh:

Tipe Order Entry Stop Loss Take Profit
Buy 1.2000 1.1900 1.2200
Sell 1.2000 1.2100 1.1800

5. Gunakan Parabolic SAR

Parabolic SAR adalah indikator teknikal yang menunjukkan level-level penting dalam pergerakan harga. Dalam menentukan SL dan TP, trader bisa menggunakan level-level Parabolic SAR sebagai acuan. Jika trader membuka posisi buy, maka SL bisa ditempatkan di bawah level Parabolic SAR terakhir. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di atas level Parabolic SAR terakhir. Sebaliknya, jika trader membuka posisi sell, maka SL bisa ditempatkan di atas level Parabolic SAR terakhir. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di bawah level Parabolic SAR terakhir.

Contoh:

Tipe Order Entry Stop Loss Take Profit
Buy 1.2000 1.1950 1.2100
Sell 1.2000 1.2050 1.1900

6. Gunakan Chart Pattern

Chart pattern adalah pola-pola harga yang terbentuk di chart. Dalam menentukan SL dan TP, trader bisa menggunakan chart pattern sebagai acuan. Jika trader membuka posisi buy dan terdapat pola harga seperti double bottom, maka SL bisa ditempatkan di bawah level terendah pola harga tersebut. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di atas level tertinggi pola harga tersebut. Sebaliknya, jika trader membuka posisi sell dan terdapat pola harga seperti double top, maka SL bisa ditempatkan di atas level tertinggi pola harga tersebut. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di bawah level terendah pola harga tersebut.

BACA JUGA :  Cara Membaca Grafik Trading Forex untuk Pemula

Contoh:

Tipe Order Entry Stop Loss Take Profit
Buy 1.2000 1.1950 1.2100
Sell 1.2000 1.2050 1.1900

7. Gunakan Trend Line

Trend line adalah garis yang menghubungkan dua atau lebih tinggi atau rendah harga. Dalam menentukan SL dan TP, trader bisa menggunakan trend line sebagai acuan. Jika trader membuka posisi buy dan harga bergerak naik dan menembus trend line, maka SL bisa ditempatkan di bawah trend line. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di atas level resistance yang terdekat. Sebaliknya, jika trader membuka posisi sell dan harga bergerak turun dan menembus trend line, maka SL bisa ditempatkan di atas trend line. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di bawah level support yang terdekat.

Contoh:

Tipe Order Entry Stop Loss Take Profit
Buy 1.2000 1.1950 1.2100
Sell 1.2000 1.2050 1.1900

8. Gunakan Candlestick Pattern

Candlestick pattern adalah pola-pola harga yang terbentuk di chart candlestick. Dalam menentukan SL dan TP, trader bisa menggunakan candlestick pattern sebagai acuan. Jika trader membuka posisi buy dan terdapat pola candlestick seperti bullish engulfing, maka SL bisa ditempatkan di bawah level terendah candlestick tersebut. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di atas level tertinggi candlestick tersebut. Sebaliknya, jika trader membuka posisi sell dan terdapat pola candlestick seperti bearish engulfing, maka SL bisa ditempatkan di atas level tertinggi candlestick tersebut. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di bawah level terendah candlestick tersebut.

Contoh:

Tipe Order Entry Stop Loss Take Profit
Buy 1.2000 1.1950 1.2100
Sell 1.2000 1.2050 1.1900

9. Gunakan Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang menunjukkan level-level penting dalam pergerakan harga. Dalam menentukan SL dan TP, trader bisa menggunakan level-level Bollinger Bands sebagai acuan. Jika trader membuka posisi buy, maka SL bisa ditempatkan di bawah middle band Bollinger Bands. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di atas upper band Bollinger Bands. Sebaliknya, jika trader membuka posisi sell, maka SL bisa ditempatkan di atas middle band Bollinger Bands. Sementara itu, TP bisa ditempatkan di bawah lower band Bollinger Bands.

BACA JUGA :  Cara Membuat EA dengan Forex Generator

Contoh:

Tipe Order Entry Stop Loss Take Profit
Buy 1.2000 1.1950 1.2100
Sell 1.2000 1.2050 1.1900

10. Gunakan Moving Average Convergence Divergence (MACD)

MACD adalah indikator teknikal yang menunjukkan perbedaan antara dua Moving Average. Dalam menentukan SL dan TP, trader bisa menggunakan MACD sebagai acuan. Jika trader membuka posisi buy dan MACD memberikan sinyal

Related video of Cara Menentukan SL dan TP Forex

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *