Cara Hitung Average Down Saham untuk Pemula

Hai, Salam para pembaca Haruun! Bagi kamu yang baru memulai investasi saham, mungkin masih bingung dengan istilah “average down”. Apa itu dan bagaimana cara menghitungnya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Average Down?

Sebelum membahas cara menghitungnya, perlu diketahui terlebih dahulu apa itu average down. Average down adalah strategi investasi yang dilakukan dengan cara membeli saham pada harga yang lebih rendah dari harga beli sebelumnya. Dengan cara ini, rata-rata harga beli saham akan menjadi lebih rendah sehingga ketika harga saham naik, keuntungan yang didapat juga lebih besar.

Contoh Average Down

Supaya lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana dari strategi average down:

Tanggal Harga Saham Jumlah Saham Total Harga
1 Januari 2021 Rp 1.000 100 Rp 100.000
1 Februari 2021 Rp 800 50 Rp 40.000
1 Maret 2021 Rp 700 50 Rp 35.000

Dari tabel di atas, terlihat bahwa pada tanggal 1 Januari 2021, kamu membeli 100 saham dengan harga Rp 1.000 per saham. Total harga yang kamu bayar adalah Rp 100.000. Pada tanggal 1 Februari 2021, kamu memutuskan untuk membeli lagi 50 saham dengan harga Rp 800 per saham. Total harga yang kamu bayar adalah Rp 40.000. Jadi, total saham yang kamu miliki sekarang adalah 150 saham dengan total harga Rp 140.000.

Pada tanggal 1 Maret 2021, harga saham turun menjadi Rp 700 per saham. Kamu memutuskan untuk membeli lagi 50 saham dengan harga Rp 700 per saham. Total harga yang kamu bayar adalah Rp 35.000. Sekarang, kamu memiliki 200 saham dengan total harga Rp 175.000. Rata-rata harga beli sahammu sekarang adalah:

(Rp 100.000 + Rp 40.000 + Rp 35.000) / 200 saham = Rp 0,875 per saham

Jadi, dengan menggunakan strategi average down, rata-rata harga beli sahammu menjadi lebih rendah.

Cara Menghitung Average Down

Setelah mengetahui apa itu average down, bagaimana cara menghitungnya? Ada beberapa rumus yang dapat digunakan untuk menghitung rata-rata harga beli saham dengan strategi average down:

  1. Rumus sederhana
  2. Rumus sederhana untuk menghitung rata-rata harga beli saham dengan strategi average down adalah:

    Rata-rata harga beli = (total harga beli sebelumnya + harga beli baru) / jumlah saham baru

    Dalam rumus ini, “total harga beli sebelumnya” adalah jumlah uang yang telah kamu keluarkan untuk membeli saham sebelumnya, “harga beli baru” adalah harga saham pada saat kamu membeli saham baru, dan “jumlah saham baru” adalah jumlah saham yang dibeli.

  3. Rumus berbobot
  4. Rumus berbobot untuk menghitung rata-rata harga beli saham dengan strategi average down adalah:

    Rata-rata harga beli = ((jumlah saham sebelumnya x harga saham sebelumnya) + (jumlah saham baru x harga beli baru)) / jumlah saham sekarang

    Dalam rumus ini, “jumlah saham sebelumnya” adalah jumlah saham yang telah kamu miliki sebelum membeli saham baru, “harga saham sebelumnya” adalah harga saham pada saat kamu membeli saham sebelumnya, “jumlah saham baru” adalah jumlah saham yang dibeli, “harga beli baru” adalah harga saham pada saat kamu membeli saham baru, dan “jumlah saham sekarang” adalah jumlah saham yang kamu miliki sekarang.

FAQ

  1. Apakah strategi average down selalu berhasil?
  2. Tidak selalu. Strategi average down hanya berhasil jika perusahaan yang kamu investasikan masih memiliki potensi untuk naik di masa depan. Jika perusahaan tersebut mengalami masalah dan tidak mampu bangkit lagi, kamu akan mengalami kerugian.

  3. Apakah risiko investasi saham dengan strategi average down lebih besar?
  4. Tidak selalu. Risiko investasi saham dengan strategi average down sama dengan risiko investasi saham pada umumnya. Semua investasi memiliki risiko. Yang penting adalah kamu harus melakukan riset terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli saham.

  5. Apakah strategi average down cocok untuk pemula?
  6. Strategi average down cocok untuk pemula, tetapi kamu harus tetap hati-hati dan melakukan riset terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli saham.

Kesimpulan

Dengan strategi average down, kamu dapat membeli saham pada harga yang lebih rendah dari harga beli sebelumnya sehingga rata-rata harga beli sahammu menjadi lebih rendah. Untuk menghitung rata-rata harga beli saham dengan strategi average down, kamu dapat menggunakan rumus sederhana atau rumus berbobot. Namun, kamu harus tetap hati-hati dan melakukan riset terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli saham. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang baru memulai investasi saham. Terima kasih telah membaca artikel ini dari Haruun.my.id dan sampai jumpa kembali di artikel atau info menarik lainnya.

Tinggalkan komentar